Tampilkan postingan dengan label Disain Grafis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disain Grafis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Desain Garis

title-garis
Hai hai.. salam pengetahuan!
Kali ini saya tuangkan bahan untuk hand out  mata kuliah. Dipersembahkan untuk mahasiswa yang selalu merindukan inspirasi dan petunjuk. Meskipun penyusunannya untuk mata kuliah media cetak tetapi materi di dalam nya dapat dimanfaatkan pula sebagai dasar grafis pada mata kuliah lain. Dan meskipun ditujukan untuk mahasiswa S1, tidak menutup kemungkinan juga dapat dimanfaatkan bagi semua pihak yang ingin menampilkan karya media cetak ataupun elektronik secara menarik.
Nilai Keindahan dan rasa (taste) memang berbeda pada setiap orang, namun dengan pendekatan rasional dan contoh pengalaman dari praktisi profesional, diharapkan dapat membantu kita dalam mengetahui apa, mengapa dan bagaimana menampilkan sesuatu agar lebih enak dipandang.
Semoga bermanfaat.

Pengantar

Suatu desain yang menekankan fungsi saja tanpa memperhatikan keindahan atau estetika, akan tidak menarik  dan tidak komunikatif. Menarik atau indah dapat dinilai dengan menggunakan mata (lahir) atau dengan hati (batin). Anda bisa tertarik dengan dengan pasangan anda karena pandangan (mata) atau kepribadiannya (hati) bukan?..
Nah, Agar sebuah desain dapat menarik mata (eye catching) diperlukan pengetahuan tentang unsur atau komponen dalam desain grafis. Komponen tersebut antara lain terdiri dari Garis, bentuk, gambar, warna, teks, ruang.
Desain bisa menarik karena indah dipandang atau konsepnya yang kreatif. Keindahan yang dibahas tebih ditekankan pada kemampuan mata sebagai penilai.
Jika dianalogikan dengan makanan, komponen tersebut bisa dianggap sebagai resep (bahan & bumbu) masak. Tidak semua bahan dan bumbu dicampurkan, bisa-bisa anda muntah saat memakannya. Begitu pula desain grafis, tidak semua karya desain menampung semua komponen desain grafis tersebut. Mungkin hanya satu atau beberapa unsur yang diprioritaskan. Jika semua komponen tersebut tampil sama kuatnya maka audience akan bingung dalam  menangkap pesan yang disampaikan.
Agar desain menarik, komponen grafis tersebut harus diedit, retouching, diberi efek dan lain sebagainya. Kemudian di komposisikan/di-layout dengan Prinsip Desain sebagai berikut:
  • Kesederhanaan
  • Keseimbangan
  • Keserasian/harmoni
  • Proporsi & Skala
  • Irama
  • Kesatuan.
Sama seperti komponen grafis, karya desain grafis kita tidak selalu menampung prinsip tersebut sama kuatnya. Anda harus memberi skala prioritas dan kompromi terhadap prinsip-prinsip tersebut.
Baiklah,  sekarang coba pelajari lebih detail tentang masing-masing komponen desain grafis.

Garis

Sebenarnya  ’garis’ tidaklah benar-benar ada. Jika anda mengganggap rambut adalah garis, coba buktikan dengan mikroskop. Rambut akan  terlihat dan terdiri dari banyak sel dengan bentuk-bentuk organik.
 Garis tercipta dari adanya perbedaan warna, cahaya atau perbedaan jarak. Tetapi dalam desain grafis, garis didefinisikan sebagai sekumpulan titik yang dideretkan memanjang. Garis di software grafis komputer sering disebut Outline (Coreldraw) , Contour atau Stroke (Adobe Photoshop). Setiap jenis garis memiliki karakter dan suasana yang berbeda.
Setiap garis menimbulkan kesan psikologis dan persepsi tersendiri. Misalnya garis yang membentuk ‘S’, sering dirasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Bandingkan dengan garis yang membentuk ‘Z’, terkesan tegas dan kaku. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita menyamakan dengan bentuk lengkung seperti bentuk tubuh atau ombak di laut.
Garis secara orientasi, terdiri dari:
  • Garis Lurus Horisontal , memberi kesan sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
  • Garis Lurus Vertikal , memberi kesan stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
  • Garis Lurus Miring Diagonal, memberi kesan tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika
  • Garis melengkung (Kurva) memberi kesan keanggunan, halus.
 macam-garis-11
 Garis juga mempunyai gaya atau style
 macam-garis-2
  Garis mempunyai ujung, seperti:

macam-garis-3
Kombinasi garis-garis dasar tersebut akan menghasilkan garis-garis lain sebagai berikut:
Kombinasi garis Horisontal dan Vertikal
Memberi kesan formal, kokoh, tegas.
 macam-garis-4
  Kombinasi garis Diagonal
Memberi kesan konflik, perang, larangan, contoh: rambu lalu lintas ‘dilarang parkir’, ‘dilarang stop’ dan tanda tidak sama dengan di pelajaran matematika.
 macam-garis-5
 Kombinasi garis Kurva
  • Spiral, memberi kesan kelahiran atau generasi penerus, hipnotis.
  • Setengah lingkaran, memberi kesan kekokohan. Gelombang, memberi kesan mengalir, lembut, gemulai. Contoh: logo yin-yang
 macam-garis-6
   Kombinasi Pada Sudut
 macam-garis-6a
 Pengulangan
Pengulangan akan menimbulkan irama. Sehingga kesannya riang, tenang, malas, stabil. Zig-zag memberi kesan bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.
 macam-garis-7
 Pencerminan
 macam-garis-8
 Pancaran
 macam-garis-9
Memberi kesan adanya jarak, kejauhan, fokus, meledak, spontanitas, memusat, keluasan, tanpa batas dan lain-lain. Contoh karya menggunakan garis adalah sebagai berikut.
 image52

Tips

Menggunakan Garis Dalam Desain Website

Elemen garis sering dipergunakan sebagai hiasan untuk mempercantik sebuah situs Web. Tahukah Anda, walaupun “hanya” garis, ternyata dapat memberikan nilai lebih pada desain selain sebuah “coretan lurus” biasa. Penggunaan garis yang cocok dan sesuai akan menambah cita rasa desain yang dibuat.
Berikut dibahas fungsi garis dan bagaimana menggunakan garis pada sebuah desain.
  • Fungsi utama meletakkan sebuah garis pada sebuah desain Web adalah sebagai pemberi batas. Garis sering dipergunakan sebagai pemisah konten satu dengan yang lainnya. Misalnya, antara kolom kiri dengan tengah, menu dengan body dan lain-lain.
  • Fungsi kedua adalah penegas dari batasan yang telah ada, misalnya sebuah kolom telah diberi warna untuk dapat dibedakan dengan kolom lain, kemudian garis dipergunakan pada kolom tersebut agar terlihat lebih berbeda dengan kolom lain.
  • Fungsi ketiga adalah sebagai hiasan atau dekorasi saja. Fungsi garis untuk dekorasi ini biasanya banyak dipergunakan sebagai variasi terhadap huruf atau gambar. Selain ketiga fungsi diatas, perpaduan garis yang serasi juga dapat menjadikan desain Anda “Clean“, rapi dan elegan.
Berikan jarak yang cukup antara garis dengan konten
Hal ini bertujuan untuk memberikan daerah kosong atau whitespace agar tampilan situs Anda tampak menyenangkan dan lebih rapi. Anda dapat mempelajari mengenai whitespace untuk lebih memahami tentang pengaturan jarak ini.
Berikan garis warna yang lebih muda dari konten (teks)
Warna antara elemen garis dan teks sebaiknya dibedakan. Sebab, warna yang lebih kuat biasanya lebih diperhatikan dari pada warna pudar. Berikan warna kuat pada teks, sedangkan warna pudar untuk garis.
Jangan menggunakan garis diantara garis
Jangan gunakan garis diantara garis, hal ini akan mengakibatkan situs Anda terkesan penuh dan sesak. Penggunaan garis yang berlebihan akan membuat desain tidak sedap dipandang dan membingungkan.
Itulah beberapa tips mengenai penggunaan garis, seperti pepatah mengatakan “pergunakan garis dengan bijak”.
ok. selamat belajar.. selamat membuat desain..
Selengkapnya... »»  

Desain Bentuk


title-bentuk
Bentuk disebut juga shape, dihasilkan dari garis-garis yang tersusun sedemikian rupa. Bentuk ada yang berbentuk 2 dimensi (dwimatra) dan 3 Dimensi (trimatra). Setiap bentuk mempunyai arti tersendiri, tergantung budaya, geografis dan lainnya. Sebagai contoh adalah bentuk  Segitiga, pada negara tertentu bentuk ini melambangkan konsep trinitas (ayah, ibu, anak), tetapi  di mesir segitiga melambangkan simbol feminimitas (kewanitaan).

Berikut adalah contoh bangunan arsitektur yang benar-benar memanfaatkan bentuk.
image62
Dan berikut adalah contoh gambar perpaduan berbagai bentuk 2 dimensi.
image71

Bentuk Dasar 2 Dimensi dan Variasinya

Pada dasarnya, bentuk dimulai dari segi 3 sampai segi tidak terhingga  atau lingkaran. Pada beberapa buku, bentuk yang beraturan dan dapat diukur biasa disebut sebagai bentuk geometri dan bentuk yang tidak beraturan serta sukar diukur disebut  bentuk non geometri. Dari bentuk dasar tersebut bisa dibuat pengembangan atau kombinasi dan variasi lebih banyak lagi. Berikut adalah berbagai bentuk dasar dua dimensi.
 bentuk-2-dimensi
Kombinasi dari bentuk-bentuk dasar akan menghasilkan bentuk baru. Kemampuan untuk mengkombinasikan bentuk dapat dijumpai pada aplikasi Coreldraw yaitu Shaping.  Jika menggunakan aplikasi 3D Studio Max istilahnya Boolean.  

Bentuk Dasar 3 Dimensi dan Variasinya 

Untuk mendapatkan macam-macam bentuk 3 Dimensi yang lebih lengkap dapat menggunakan bentuk-bentuk dasar (primitive) di 3D Studio Max. Berikut adalah beberapa contoh bentuk dasar dan kombinasinya.
  bentuk-3-dimensi
 Untuk lebih jelasnya baca literatur berikut:
Adi Kusrianto. 2007. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogya: Ani Offset.
Sadjiman Ebdi Sanyoto. 2005. Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana). Arti Bumi Intaran Yogyakarta.
Artini Kusmiati dkk. 1999. Teori Dasar Disain Komunikasi Visual. Jakarta: Djambatan
Selengkapnya... »»  

Komponen Desain

title-gambar
Pada awalnya, ketika seorang seniman grafis melukiskan ilustrasi dari sebuah peristiwa atau dongeng, mereka mencoba merepresentasikan suatu keadaan secara natural sebagaimana aslinya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi maka kini orang lebih suka merekam kejadian melalui kamera foto atau video. tidak lagi melalui goresan pena yang biasa dikenal sebagai fine art.

Ilustrasi menurut definisinya adalah seni gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atas suatu maksud dan tujuan secara visual. Ilustrasi secara harafiah berarti gambar yang dipergunakan untuk menerangkan atau mengisi sesuatu. Dalam desain grafis, ilustrasi merupkan subjek tersendiri yang memiliki alur sejarah serta perkembangan yang spesifik atas jenis kegiatan seni tertentu.
ilustrasi dapat dipergunakan untuk menampilkan banyak hal serta berfungsi antara lain :
  • memberi gambaran tokoh atau karakter dalam suatu cerita,
  • menampilkan beberapa contoh item yang diterangkan dalam suatu tulisan tertentu.
  • menvisualisasikan langkah demi langkah pada sebuah instruksi atau prosedur atau model tertentu.
  • atau sekedar membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa.
Untuk menciptakan suatu ilustrasi pada desain grafis dapat melalui cara-cara berikut:
  • Manual/ Hand Drawing/ Gambar Tangan. Dengan menggunakan alat seperti pensil, airbrush, kuas, cat, spidol dan lainnya. Cocok untuk pembuatan konsep, sketsa, ide, karikatur, komik, lukisan dan lainnya. Untuk memindahkan ke dalam format digital perlu alat seperti Scanner atau Foto Digital.
  • Computerized. Menggunakan komputer, anda dapat membuat gambar secara vector (Coreldraw) atau bitmap (Adobe Photoshop). Format vector yang terdiri dari koordinat-koordinat, cocok untuk pembuatan logo dan gambar line-art. Format Bitmap terdiri dari pixel-pixel, sangat cocok untuk foto.

Menggambar Ilustrasi dengan Computer Graphic

Pada saat teknologi komputer sudah populer, goresan ilustrasi berwarna yang terutama dibuat dengan pena dan tinta hitam maupun cat air, kini digantikan dengan program-program gambar seperti Corel Draw, Ilustrator, Canvas, maupun free Hand.
Salah satu teknik yang banyak digunakan oleh para ilustrator adalah pembuatan skets di atas kertas menggunakan pensil, yng kemudian dibuat outline bentuknya dengan tinta hitam. Skets tersebut kemudian di-scan sehingga menghasilkan image bitmap.
Image hasil scan selanjutnya di-trace untuk mengkonversi dari format bitmap yang terdiri dari titik-titik menjadi vektor. Dari situlah akhirnya hasil tracing dari outline diproses dengan menggunakan fasilitas yang terdapat pada program komputer sehingga diperoleh hasil akhir.
Kemudahan gambar yang diperoleh menggunakan komputer dapat dimodifikasi dan digandakan dengan cepat, bail secara keseluruhan maupun bagian-bagian tertentu sehingga pembuatan efek-efek  yang sama pada saat harus membuat adegan lain dari ilustrasi akan menjadi lebih mudah.
Selengkapnya... »»  

Desain Warna


komponen-warna 
Warna adalah faktor yang sangat penting dalam komunikasi visual. Warna dapat memberikan dampak psikologis, sugesti dan suasana bagi yang melihatnya. Dengan demikian warna sangatlah penting kedudukannya dalam sebuah desain grafis.
Melesetnya pewarnaan sering terjadi pada pembuatan desain dengan komputer. Hal ini disebabkan terkadang warna yang terlihat pada layar monitor berbeda ketika dicetak. Untuk aplikasi cetak biasanya hanya dipakai gabungan warna CMYK, sedangkan di layar monitor menggunakan RGB, HLS, Hexadesimal dan lain-lain. Berikut adalah sistem atau model warna, antara lain:
  • RGB (Red Greed Blue)
  • CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)
  • HLS (Hue Lightness Saturation)
  • LAB Color -Lightness A (green-red axis)  B (blue-yellow axis)
  • RGB Hexadecimal: misal: #FF0000
Dalam kebutuhan cetak dan printing, warna yang dipakai adalah sistem atau model CMYK, sedangkan untuk tampil di layar monitor (web, wallpaper, game, video) warna yang biasa digunakan adalah RGB dan RGB Hexadecimal.
Karena banyaknya warna, maka untuk memudahkan mendapatkan warna yang sesuai dan disepakati. Dibuat  standar warna seperti Pantone, DIC, Toyo, Trumatch dan lain-lain. Hal ini berfungsi untuk menyamakan persepsi warna dengan menggunakan kode angka.

Kombinasi Warna

Sebelum memilih warna yang sesuai atau harmonis,  alangkah baiknya jika kita mengenal dahulu jenis-jenis kombinasi warna berdasar color-wheel yang telah dibuat
a.       Warna Akromatik
Adalah warna kombinasi gelap dan terang saja. Asal kata Akromatik  adalah ‘a’  yang artinya tidak, dan Chromatic artinya warna. Biasa disebut sebagai Grayscale. Jika di Adobe Photoshop dengan menggunakan perintah Desaturate. Kombinasi warna tersebut berkesan klasik dan artistik, yang banyak dipakai untuk fotografi atau surat kabar.
 image45
b.       Warna Monokrom atau netral
Adalah satu warna Hue yang dikombinasikan dengan gelap terang. Disebut juga dengan istilah warna monokrom. Kombinasi warna ini sangat sederhana, tidak banyak resiko dan mudah diterima mata. Kelemahannya kombinasi ini akan membosankan dan mudah ditinggalkan. Atau istilahnya warna yang ‘Easy come easy go’.
 image46
c.         Warna Komplementer
Adalah 2 (dua) warna Hue yang berlawanan, dikombinasikan dengan gelap terang. Disebut juga warna komplementer. Kombinasi tersebut akan menarik mata (eye catching), tapi jika anda tidak berhasil menggabungkan dua warna tersebut,  maka akan terlihat lepas atau tidak matching.
 image47
d.       Warna Pastel & Dark Colors
Adalah warna-warna yang mendekati warna terang atau putih. Biasa disebut juga warna Sepia. Kebalikan dari pastel adalah warna-warna gelap disebut juga Dark colors.
e.       Warna Analog
Adalah warna-warna beda hue yang bersebelahan, sehingga kombinasinya akan lebih mudah diterima mata dan lebih berani dibanding warna monokrom.
f.         Warna Clash
Adalah 2 warna yang berlawanan (komplementer),  tetapi menyimpang  atau bergeser 1 hue. Sesuai namanya ‘clash’ adalah warna yang tidak harmonis atau bertentangan atau tabrakan sehingga kombinasi warna tersebut tidak enak dipandang. Tapi dengan teknik tertentu, akan didapat paduan warna yang inovatif dan khas.
g.       Warna Split Komplementer
Lebih rumit dari warna clash karena terdiri dari 3 warna yang tidak harmonis  (clash). Bila anda dapat menyatukan 3 warna tersebut dalam sebuah desain, akan dihasilkan karya inovatif dan spektakuler. Jika gagal menyatukannya akan menyakitkan mata dan memusingkan kepala. Maka diperlukan kejelian dan rasa.
h.        Trangle Primer, Sekunder dan Tersier
Merupakan perpaduan dari 3 warna yang senasib (primer, sekunder dan tersier). Meskipun 3 warna, kombinasi tersebut cenderung tidak clash.

PSIKOLOGI WARNA

Warna sangat mempengaruhi psikologi manusia. Setiap negara dan budaya mempunyai arti tersendiri dalam mengartikan warna, meski begitu arti warna yang disampaikan  mengambil  lingkup yang universal.

MERAH 

Melambangkan perjuangan, semangat, aktif, agresif, dominan, kemauan keras, persaingan keberanian, energi, kehangatan, cinta, dan bahaya.
Tips:
  • Paduan merah dengan hijau, dapat menggambarkan suasana Natal.
  • Merah dengan putih, dapat memiliki arti ‘bahagia’ pada budaya oriental.
  • Merah terang dapat melambangkan kemauan atau cita-cita.
  • Merah jambu sering melambangkan romantisme, feminin, menggemaskan dan jenaka.

 Biru

Melambangkan Ketenangan, kepercayaan, keamanan, kecanggihan, kebersihan, dan keteraturan.
Tips:
  • Logo bank di Amerika kebanyakan berwarna biru karena memberi kesan ‘kepercayaan’
  • Warna biru tua dapat melambangkan perasaan yang mendalam, konsentrasi, kooperatif, cerdas, perasa, integratif, tenang, bijaksana, tidak mudah tersinggung, dan banyak teman.
  • Warna biru muda melambangkan bertahan, keras kepala, bangga diri, berpendirian tetap.

Hijau

Melambangkan sesuatu yang alami, sehat, berkeinginan, keberuntungan, kebanggaan, kekerasan hati dan kekuasaan.
Tips:
  • Di Timur Tengah, warna hijau sangat disukai. Oleh karena itu di Indonesia, Islam sering disimbolkan dengan warna hijau.
  • Orang yang menyukai warna ini umumnya senang dipuji, dan senang menasihati orang lain.

Kuning

Melambangkan rasa optimisme, harapan,  dinamis, gembira, dan santai.
Tips:
  • Kuning terang melambangkan sifat spontan yang eksentrik, toleran, investigatif, menonjol, dan sikap yang berubah-ubah.
  • Dalam agama Hindu, Kuning adalah warna keramat.

 ungu/jingga

Melambangkan tentang spiritual, misteri, kebangsawanan dan keangkuhan.
Tips:
  • Warna ini adalah campuran warna merah (intim) dan biru (keras). Perpaduannya menjurus pengertian yang mendalam dan peka.
  • Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan.

 Oranye

Melambangkan energi, semangat, segar, keseimbangan, ceria dan  hangat.
Tips:              
  • Warna ini dapat menekankan sebuah produk yang tidak mahal.
  • Biasanya dipakai pada produk minuman rasa jeruk.

Coklat

Melambangkan tanah atau bumi, kenyamanan, daya tahan, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagian masa depan.

Abu Abu

Melambangkan Intelek, futuristik, milenium, sederhanaan, dan kesedihan.
Tips:
  • Abu abu paling mudah dilihat mata.
  • Warna ini tidak menunjukkan arti yang jelas.
  • Netral dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi.

Putih

Melambangkan suci, bersih, tepat, tidak bersalah.
Tips:
  • Putih melambangkan perkawinan (gaun pengantin berwarna putih)
  • Di India dan Cina, warna Putih melambangkan kematian.

 Hitam

Melambangkan sesuatu yang canggih, kematian, misteri, dan anggun.
Tips:
  • Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Eropa.
  • Sebagai warna kemasan, Hitam melambangakan keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sophiscated)

 Tips Pemilihan Warna

  • Sebelum memilih-milih warna anda harus mengetahui pembuatan warna. Anda harus dapat membedakan antara hue, lightness, saturation juga warna primer, komplementer, monokrom dan psikologi warna.
  • Mengetahui target atau audience yang akan menggunakan karya anda. Apakah audience anda anak balita, remaja, dewasa atau usia lanjut, Laki-laki atau perempuan. Sehingga anda tinggal mencocokkan dengan warna dengan psikologi yang diinginkan.
  • Jika anda telah memilih warna tertentu, bukan berarti warna lain tidak bisa dipakai. Yang harus anda perhatikan jangan sampai warna lain tersebut mengalahkan kekuatan warna yang anda pilih.
  • Sebelum mendesain, sebaiknya tentukan dahulu warna latar belakang. Karena warna background akan dilihat atau dirasakan pertama kali. Warna background disini bisa berupa blok warna atau gambar monokrom.
  • Keuntungan background gelap yaitu dapat diberi efek cahaya atau flare. Keuntungan background putih dapat diberi efek bayangan.
  • Sebelum memilih warna yang berbeda jenis atau hue, lebih mudah pilih warna monokrom yang berbeda gelap terang (lightness) atau cerah pudar (tint) nya. Terlalu banyak perbedaan warna hue, seperti warna pelangi, akan sulit mengaturnya, dibanding 2 warna tapi dengan variasi gelap terang (lightness).
  • Terlalu banyak warna hue dan lightness akan mengakibatkan kontras yang berlebihan. Hanya sedikit batas antara kontras dan kacau (chaos)
  • Tentukan atau batasi warna utama hanya 2 sampai 3 warna hue saja. Hitam dan putih jangan dianggap sebagai warna karena fungsinya adalah sebagai cahaya (lightness).
  • Desain menggunakan 4 warna bisa menguras waktu dan tenaga. Desain menggunakan 5 warna adalah terlalu sulit, akan memeras pikiran dan resiko gagalnyapun tinggi. Bayangkan saja anda mempunyai 5 pegawai dan 2 pegawai, tentu akan lebih mudah mengatur sedikit pegawai, dengan banyak pegawai bisa-bisa kantor anda tidak efiesien sehingga bisa menimbulkan demo unjuk rasa (chaos).
  • Jika anda belum berani bereksperimen dengan warna atau ingin belajar menahan diri, gunakan warna akromatik atau grayscale. Ini akan menghindari dari masalah clash atau chaos. Juga akan menghemat ongkos produksi lebih dari 60%. Anda bisa lebih leluasa dengan kaidah desain yang lain seperti irama, fokus, kontinuitas, keseimbangan dan lainnya.
  • Alam adalah contoh yang baik untuk mendapatkan kombinasi warna yang harmonis. Lihatlah pohon, daun, tanah dan langit di saat pagi hingga malam. Karena terbiasa dengan alam tersebut maka mata tidak akan mengatakan ‘kacau’. Sehingga tidak ada warna hue yang ‘bertabrakan’ di alam.  
  • Warna yang tidak biasa atau tidak natural seperti: cyan, magenta, ungu dapat dipakai untuk ‘mengejutkan’ audience. Tetapi jika terlalu banyak kejutan, karya anda akan kehilangan informasi yang ingin disampaikan.
  • Pada software seperti Coreldraw dan Adobe Photoshop, ada fasilitas untuk mengambil warna dari gambar yaitu Color Picker A, Dengan tool ini anda dapat mengambil sample warna dari foto digital yang anda anggap baik. Sehingga desain anda dapat mengikuti warna yang sudah dianggap baik tersebut.
  • Mencampur  warna dengan tool Blend Tool di Coreldraw atau Gradient Tool di Photoshop akan menghasilkan warna baru. Dengan menu Edit 4 Copy Properties From.. , anda dapat memilih warna pada salah satu warna di objek blend tersebut.
  • Banyak sekali bahkan jutaan warna yang bisa anda pilih di dunia ini. Oleh karena itu sering-seringlah menyimpan atau save warna baru yang belum ada di palet warna software grafis, sehingga koleksi warna anda semakin kaya.
  • Experimen! Warna di media elektronik dan cetak mempunyai masalah yang berbeda. Belum lagi teknologi komputer dengan digital printingnya yang mampu menampilkan warna spotlight atau nyala, yang terdiri dari 8 campuran warna (bandingkan dengan CMYK yang hanya 4 warna).
Selengkapnya... »»  

Komponen Desain: Teks


Tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf pada ruang untuk menciptakan kesan khusus, sehingga pembaca akan  dapat membaca semaksimal mungkin. Perkembangan tipografi mengalami perkembangan dari cara manual atau dengan tangan (hand-drawn) hingga menggunakan komputer. Dengan komputer, penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan lebih cepat dengan pilihan huruf yang sangat variatif. Meski begitu dalam pemilihan huruf  font, harus diperhatikan karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Grup musik heavy metal tidak akan menggunakan logo grupnya dengan huruf Script seperti pada undangan pernikahan bukan?.

Jenis-jenis font meski begitu banyak tetapi tetap dalam kategori sebagai berikut:
  1.  Huruf Tanpa Kait (Sans Serif),  tidak memiliki kait atau hook, hanya batang dan tangkainya saja. Contoh: Arial, Tahoma.
  2. Huruf Berkait (Serif), Memiliki kait atau hook pada ujungnya, contoh: Times Roman, Garamond.
  3. Huruf  Tulis (Script), Setiap hurufnya saling terkait seperti tulisan tangan. Contoh: Brushscript, Mistral, Shelley.
  4. Huruf Dekoratif, Setiap huruf dibuat secara detail, kompleks dan rumit. Contoh: Augsburger Initial.
  5. Huruf  Monospace, bentuknya bisa sama seperti huruf Sans Serif atau Serif, tapi jarak dan ruang setiap hurufnya sama. Contoh: Courrier, Monotype Cursive, OCR.
Dalam sebuah desain perlu penekanan dan urutan atau hirarki dalam pembacaan teks. Tidak semua teks harus menonjol, sehingga dalam teks ada yang disebut Judul (headline), Subjudul (subhead) dan naskah (bodytext). Dengan memperhatikan hirarki ini maka kita dapat dengan mudah memanfaatkan tool yang ada pada aplikasi tertentu. Contoh kecil seperti tool pembuatan daftar isi secara otomatis pada aplikasi Word, dll. Jadi selain tepat aturan ternyata juga dapat menggiring pembawa pada pemahaman sistematika yang rapi dan dengan demikian akan mudah menangkap isi.

Tipografi

Tipografi (typography) adalah ilmu yang mempelajari tentang huruf. Latar belakang tipografi dimulai sejak usaha manusia berusaha menuangkan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada orang melalui tulisan. Pada awalnya orang berkomunikasi secara lisan, mereka menghafal peristiwa penting dalam sejarah hidupnya dalam bentuk syair dan menuturkan kembali syair itu kepada orang lain.
Setelah itu barulah penyampaian pesan dalam bentuk tulisan dilakukan dengan cara menggurat, mengukir, mentakik, menggambar, kemudian menulis sampai dengan mencetak.
Johan Gutenberg adalah pelopor pembaharu Tipografi. Pada abad XV tepatnya 1455 Masehi di Jerman ia menemukan huruf cetak timah.
Pada era huruf cetak, kita mengenal istilah font dan Typeface. Font berasal dari bahasa Perancis foindre, yang artinya mencair. Istilah ini diartikan sebagai baki atau talam yang berisi set huruf-huruf logam hasil pengecoran yang digunakan pada pencetak untuk komposisi suatu dokumen. Setiap baki terdiri dari seluruh huruf abjad dengan ukuran dan jenis tertentu.  Sedangkan Typeface secara tradisional diartikan sebagai suatu set karakter dengan ciri bentuk yang sama pada setiap karakter. Dengan demikian, pengertian typeface dengan nama Roman adalah mengandung semua ukuran huruf Roman dari yang terkecil hingga terbesar, demikian juga italic, bold dan normal.
Pada generasi cetak komputer istilah font dan typeface menjadi rancu, orang cukup menyebut dengan sebutan font untuk setiap jenis huruf. Namun dengan perkembangan teknologi komputer, kita dapat leluasa memilih jenis font yang diinginkan. Tetapi memilih font adalah pekerjaan yang melelahkan dan perlu kecermatan, karena jumlah dan jenis font yang tersedia dan dari tahun ketahun terus bertambah dan berkembang. Meski demikian akan lebih mudah jika mengetahui lebih dahulu jenis-jenis font dan anatominya.

Anatomi Ketinggian Huruf

Setiap bentuk huruf mempunyai keunikan tersendiri. Namun intinya tetap dalam batas-batas tertentu seperti body size, baseline, meanline, x-height, ascender dan descender sebagai berikut:
image49
Pada gambar dapat diamati anatomi dasar huruf. Baseline adalah garis maya yang menjadi lantai sebagian besar huruf. Tidak semua huruf harus tepat berlandaskan di baseline. Jika dilihat dengan teliti, huruf “t”, “p”, dan “q” tipe Helvetica tersebut agak melewati garis baseline sedikit ke bawah. Kemudian capline (capital line) adalah istilah untuk garis maya yang menjadi batas atas huruf-huruf kapital. Garis ini juga hanya bersifat patokan saja, bukan berarti tidak boleh ada bagian huruf yang melebihi capline. Coba Anda cetak atau tampilkan di layar monitor huruf  ‘f’  Helvetica—atau beberapa tipe lain—maka Anda akan melihat tingginya sedikit lebih dari capline. Perhatikan juga Huruf “k” , meskipun tidak terlalu sering, tingginya melebihi huruf kapital. Yang demikian adalah sah-sah saja.
Jika capline adalah garis patokan untuk tinggi huruf kapital, maka meanline adalah patokan tinggi untuk huruf kecil. Sementara bagian tangkai huruf kecil yang melewati ke atas meanline disebut ascender (perhatikan tangkai utama huruf  ‘d’) pada Gambar dan bagian tangkai yang melewati ke bawah baseline disebut descender (perhatikan tangkai utama huruf  ‘p’). Seperti pada penjelasan sebelumnya, ascender dan descender dapat bebas melebihi capline dan baseline sesuai selera atau desain si perancang tipe. Berikut adalah dua tips memanfaatkan anatomi ketinggian huruf. 
Kesederhanaan huruf kapital (Capitalize) dapat membentuk garis semu pada capline dan baseline, sehingga cocok dipadukan dengan garis-garis horisontal dan bidang persegi empat. Huruf dengan bermacam-macam ketinggian seperti Title Case kurang menampilkan garis semu. Perhatikan dua contoh berikut.
Tipo 1 

 Tips

Anatomi huruf-huruf kecil (lower case) memiliki variasi tinggi ascender dan descender. Dengan demikian maka terdapat ruang  yang dapat dimanfaatkan untuk objek lain seperti garis atau teks lain. Perhatikan dua contoh berikut.
   Tipo 2

Tipo 3

Anatomi Bentuk Huruf

Dalam anatomi bentuk huruf, setiap huruf memiliki batang, ujung (terminal) atau tangkai seperti gambar berikut:
 image50
Gambar menjelaskan bagian-bagian umum sebuah huruf. Sebuah huruf dibentuk dengan goresan-goresan (stroke). Goresan pertama biasa disebut dengan basic stroke, contohnya goresan vertikal pada huruf “E”. Di ujung stroke huruf-huruf bertipe serif,  akan dijumpai tangkai atau hiasan yang disebut serif. Sementara pada tipe sans serif, ujung stroke polos dan biasa disebut terminal.
Berikut adalah gambar dan penjelasannya.
 image51
 Contoh Gambar  menjelaskan bagian-bagian huruf tertentu yang banyak memakai istilah seperti badan manusia. Apex adalah ujung lancip huruf  “A”. Arm adalah goresan horisontal pada huruf  “T”. Ear  adalah cuplikan di huruf “g” pada sebagian besar font serif.  Counter adalah ruang negatif yang terbentuk dalam sebuah huruf, seperti pada huruf “p” atau “c”. Daftar istilah yang lebih lengkap bisa dijumpai pada halaman Web berikut : www.adobe.com/support/techguides/printpublishing/typography_basics/letterform_anatomy/main.html.
Sempatkanlah mengunjungi web tersebut untuk mengetahui sebutan dari bagian-bagian sebuah huruf. Dengan mengetahui komponen- komponen tersebut, maka anda dapat memainkan terminal dan batang sehingga membentuk tulisan atau logo yang unik. Perhatikan contoh logo berikut.
 image52

Geometri Huruf

Dari bentuk atau geometrinya, huruf dapat dibagi 4 kelompok yaitu:
  1. Garis tegak-datar:  E, F, H, I, L
  2. Garis tegak-miring : A, K, M, N, V, W, X, Y, Z.
  3. Garis tegak-lengkung: B, D, G, J, P, R, U.
  4. Garis lengkung: C, 0, Q, S
Dengan mengetahui kelompok geometri huruf, maka anda dapat memperkirakan bentuk-bentuk yang cocok untuk diterapkan pada sebuah huruf.
 Tips 1
Pada contoh huruf `E’ jenis Arial Black terdiri dari garis tegak-datar (horisontal dan vertikal). Dengan demikian,  anda dapat mengambil unsur yang sama,  yaitu  menggabungkan dengan bentuk kotak.
Tips 2
Begitu pula dengan `X’ yang mempunyai sumbu garis miring (diagonal) dapat digabung dengan 4 buah segitiga. Sedangkan Huruf C dan Q yang mempunyai sumbu melengkung (kurva) dapat digabung dengan bentuk lingkaran.


Jenis Huruf/Font

JENIS HURUF   KETERANGAN  CATATAN 
Serif
   image53
Jenis huruf (Typefaces) dengan strokes/ekor, dinamakan serif, menghiasi Jenis Huruf ini. Contoh paling umum adalah Times.     Bentuk huruf yang formal. Serif mengekspresikan organisasi dan intelektualitas. Sangat anggun dan konservatif. 
Sans-serif
   image54
Jenis Huruf yang tidak memiliki stroke/ekor. Ujungnya bisa berbentuk tumpul (rounded corner) atau tajam. Bentuk Huruf Sans-Serif yang paling poluler adalah Helvetica dan Arial     Kurang formal, lebih hangat, dan bersahabat. San-Serif biasanya sangat cocok sebagai screen-font (untuk tampilan di layar monitor) karena tajam dan gampang untuk dibaca. 
Monospace
   image55
Setiap huruf yang berjenis Monospace mempunyai jarak/lebar yang sama setiap hurufnya. Huruf W dan I akan mempunyai ruang yang sama. Contoh huruf monospace adalah Courier. Huruf pada Mesin Tik juga adalah contoh huruf Monospace.  Berdasarkan pada dasar mesin ketik. Jenis Monospace banyak digunakan oleh programmer untuk coding, dan juga untuk preformatted text. Belakangan ini  bentuk monospace banyak dipakai oleh designer  yang beraliran “grunge” alternative. 
Decorative
   image56
Bentuk huruf yang sangat rumit desainnnya. Bentuk huruf ini akan sangat memusingkan jika dipakai sebagai body text, dan hanya cocok untuk dipakai (secara terbatas) untuk Headline.  Karena jenis yang banyak, font Decorative bisa membuat efek respon yang berbeda. Jenis Decorative biasanya paling cocok digunakan untuk Judul, dan lebih baik tidak digunakan sebagai body text. 
Script
   image57
Bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan. Jenis huruf ini juga sering di sebut jenis Kursif (Cursive).  Memberikan kesan keanggunan (sophistication) dan sentuhan pribadi. Pemakaiannya jangan sampai terlalu banyak (sama seperti Decorative) 
 Tips 3
Kombinasi  jenis Font dapat memberikan penekanan yang kuat pada kata yang diinginkan dalam sebuah kalimat.

 Jarak Antar Huruf (Kerning Dan Tracking)

Kerning dan Tracking adalah istilah untuk jarak antar huruf. Namun kerning mempunyai nilai yang khas atau beda pada setiap hurufnya. Kerning dapat diartikan pengaturan celah antara huruf-huruf dalam suatu paragraf. Sedangkan tracking untuk mengontrol jarak antar huruf secara umum. Kerning lebih bersifat mengharmoniskan hubungan antara huruf-huruf yang apabila didekatkan dengan huruf tertentu lainnya maka akan timbul celah yang berlebihan.
Pada aplikasi Coreldraw dan Adobe Photoshop lebih banyak dipakai istilah Tracking. Istilah tracking digunakan sebagai cara lain untuk mengatur jarak antar huruf. Satuan Tracking biasanya menggunakan persentase dari lebar font (point).  Fasilitas tracking memungkinkan anda mengatur spasi rentang teks terpilih, suatu baris teks maupun keseluruhan dalam paragraf atau satuan blok teks.
Secara umum tingkat kerapatan tracking terbagi menjadi 5 jenjang, yaitu:
  1. Very Tight
  2. Tight
  3. Normal
  4. Loose
  5. Very loose
Pemberian tracking tidak berpengaruh pada lebar tipisnya huruf, tetapi hanya jarak antar huruf. Susunan huruf yang menggunakan tracking very tight hingga tight akan mengakibatkan halaman teks menjadi tampak gelap (kehitaman), sedangkan tracking loose dan very loose akan menyebabkan perwajahan pada bodytext menjadi pucat dan memberi kesan tidak menggairahkan. Perhatikan contoh berikut:
Tipo 6
Tips
1)      Dengan kombinasi rapat dan renggang akan menambah fokus pada huruf rapat.
Tipo 7
2)      Adanya Jarak antar huruf memungkinkan disisipkan objek seperti garis.
 Tipo 8
3)     Jarak antar huruf dapat memungkinkan huruf diberi objek background pada setiap hurufnya dengan lebih leluasa.
 image59

Jarak Antar Kata

Selain jarak dapat diberikan pada antar huruf, juga dapat diberikan pada antr kata. Namun pengatur jarak antar kata jarang digunakan kecuali pada Judul atau Subjudul.
Tips :  Dengan pengaturan jarak antar kata bisa disisipkan objek misalnya garis. Seperti contoh berikut.
Animation | multimedia | graphics

Jarak Antar Baris (Leading)

Pengaturan jarak antar baris atau leading adalah sarana untuk mengontrol lebar jarak yang diberikan antara body clearance suatu baris dengan batas ascender pada baris berikutnya. Body clearance adalah jarak kosong yang menjamin agar ascender suatu baris tidak bertubrukan dengan descender baris diatasnya. Sebenarnya body clearance inilah batas minimum suatu jarak antar baris.
Pada zaman percetakan tradisional menggunakan letter timah, body clearance adalah bidang di bawah letter yang sudah termasuk di dalam face dari karakter tersebut. Jika disusun dalam susunan berbaris, maka secara otomatis body clearance itu membentuk jarak antar baris yang menjaga agar huruf pada baris satu tidak bertubrukan dengan baris dibawahnya.
Jika diperlukan spasi antar baris yang lebih dari sekedar body clearance maka diantara dua baris susunan karakter timah itu diberikan timah pembatas. Ukuran timah pembatas ini diberikan dalam satu point. Jarak inilah yang hingga kini dipergunakan sebagai patokan pengukuran spasi antar baris atau leading.
Selain mengukur leading dengan datuan point, beberapa fasilitas yang tersedia pada program Desktop Publishing dan Vektor Grafis menyediakan sarana menghitung dengan menggunakan satuan persentase dari tinggi font. Jadi sebenarnya dasar satuannya juga masih berkisar pada point.
Biasanya sebagai default, leading diberikan dengan nilai 100% dari tinggi font atau nomor ukuran font itu, dan selanjutnya anda dapat meningkatkan nilai diatas 100% untuk menambahkan leading. Jika anda memberikan leading 200%, berarti anda mengetik teks dengan spasi ganda. Pada typesetting  tradisional anda tidak dapat leading negatif, atau nilai dibawah 100% dari tinggi font. Namun pada typografi digital hal ini dapat dilakukan, sehingga mengakibatkan teks yang diketik bertabrakan antara baris atas dengan baris bawah.
Tips :     Dengan merenggangkan baris, akan lebih leluasa dalam pembacaan. Penambahan objek background akan memungkinkan menyisipkan objek antar baris.

Karakteristik Huruf

Seperti yang sering dijumpai, pada software pengolah kata seperti Word dan software grafis yang lain pada umumnya, selalu disediakan pemilihan jenis huruf dengan karakteristik seperti: Normal, Tebal (Bold), Miring (Italics), garis bawah (Underline) dan kombinasi lainnya.
a.       Huruf Miring (italic) – Sample Text : Teks italic akan menarik mata karena kontras dengan teks normal. Terlalu panjang kalimat dengan teks italics akan sulit dibaca, apalagi jika digunakan di layar komputer. Teks italic biasa digunakan jika ada kata asing.
b.       Huruf  Tebal (Bold) – Sample Text : Huruf  tebal juga mengundang perhatian karena kontras dengan huruf normal. Biasa dipakai pada judul atau subjudul. Terlalu banyak huruf tebal akan mengaburkan fokus pada makna teks.
c.        Huruf  Bergaris Bawah (Underline) – Sample Text :  Garis bawah menandakan adanya sesuatu ‘penting’. Dan juga biasa dipakai pada hyperlink di web.
d.       Huruf  Berwarna – Sample Text : Cara membedakan teks dapat menggunakan warna, meskipun tidak sekuat bold. Penggunaan teks warna pada website dapat disalah artikan pengunjung karena mirip hyperlink. Penggunaan teks warna cenderung tidak mudah karena harus mengerti tetang komposisi warna.
e.     Huruf  Kapital - SAMPLE TEXT : Teks yang memakai uppercase, atau huruf kapital semua, sering merangsang seorang penulis untuk mengekspresikan hal-hal penting atau yang ingin ditonjolkan. Namun penggunaan huruf kapital pada keseluruhan teks justru menyulitkan mata untuk dapat membaca dengan lancar, karena di dalam susunan huruf kapital, tinggi rendah huruf menjadi sama. Mata sulit mengenali bentuk-bentuk spesifik dari huruf seperti yang dimiliki oleh huruf lowercase. Akibatnya urat mata menjadi cepat lelah dan jenuh.
Penggunaan kombinasi huruf besar dan kecil (Upper dan lowercase) justru memiliki keterbacaan yang lebih baik. Hal ini dikarenakan bentuk lowercase antara huruf satu dengan yang lain lebih mudah dibedakan cirinya.
Berbeda dengan unsur lain yang ditabukan tetapi masih memiliki jalan keluar sebagai upaya breaking the rule, maka penggunaan allcap atau uppercase sebagai bodytext hampir dapat dikatakan mutlak harus dihindari.
Penggunaan huruf kapital pada bodytext terkadang dapat diartikan sebagai ‘perintah’ atau’amarah’. Jika Anda mengirim sms dengan huruf kapital semua dapat diartikan oleh penerima pesan bahwa Anda sedang emosi atau marah. Namun jika ditambah komponen garis putus-putus, biasanya diartikan bahwa Anda sedang berbisik-bisik.
Jika ternyata harus menggunakan allcap sebagai bodytext maka sebaiknya digunakan pada prasasti yang dipahatkan pada monumen. Sebagai tambahan, pilihlah bentuk huruf kapital yang body-nya lebih sempit dari face-nya. Sebagai contoh font Optima, Autumn, Albertus. Nah, font-font tersebut masih memiliki keterbacaan yang bagus pada allCap-nya.
Perhatikan dua contoh berikut.

Perhatikan contoh teks diatas menggunakan typeface dan ukuran yang sama. Cobalah membaca keduanya dan perhatikan bagaimana keterbacaan bodytext  yang menggunakan allcap dan yang menggunakan kombinasi.
Tips
1)      Dengan membedakan ketebalan (bold) secara ekstrim dapat membuat fokus pada kata yang ingin ditekankan.
2)      Kombinasi Bold dan Italics secara ekstrim, kalimat dapat terbaca meskipun tanpa spasi.
3)      Kombinasi Bold dan Italics dalam satu kata dapat memberikan penekanan dan perubahan makna.
Penggunaan allCap sebagai judul atau sub judul memang tidak terhindarkan, dan ini memang memiliki kekuatan tersendiri jika dipergunakan pada teks yang tidak terlalu panjang. Kata-kata yang diketikkan dengan huruf besar dapat memberi tekanan maupun aksen pada makna. Balloning teks pada komik yang menggambarkan orang yang berteriak, membentak, selalu ditulis dengan allCap.

Huruf Dari Objek

Untuk membentuk huruf yang terbaca, Anda dapat menyusunnya dari objek tertentu. Contohnya uhntuk huruf “O” kit dapat menggunakan objek buah nanas atau apel, dll.

Transformasi Dasar

Dengan menggunakan prinsip transformasi pada gambar, Anda dapat menemukan bahwa huruf dapat dikombinasikan dengan berbagai macam jenis transformasi yaitu PRST (Position, Rotation, Scale, Transparancy), dan masih banyak lagi jenis transformasi lainnya. Untuk model huruf transformasi terdapat bermacam2 tehnik, antara lain : Position, rotation, Scala atau Size, Proporsi, Cermin atau Mirror, Skew, Transparancy,

Efek

Di samping transformasi dasar yang sederhana, agar desain huruf nampak lebih detail dan menarik, bisa ditambah kombinasi efek sebagai make-up.
Tips : Hati-hati efek yang tidak sesuai konsep akan merusak desain. Sebelum bermain dengan efek lebih baik menggunakan prinsip desain tipografi. Pemberian efek teks yang kuat bisa mengalahkan objek gambar, sehingga gambar tidak terlalu banyak efek. Perhatikan contoh desain berikut.

Kombinasi Teks  dan gambar yang sudah di make-up

Perataan (Alignment)

Dalam penulisan tentunya sudah umum diketahui jenis perataan dalam paragraf, seperti rata kiri (left alignment), rata tengah (center alignment), rata kanan (right alignment), rata kiri kanan (justify alignment) dan rata kiri kanan penuh (full justify alignment).
Tentang paragraf dapat digunakan pada software desktop publishing seperti Pagemaker, indesign, Ventura, Microsoft Word, termasuk Coreldraw. Pada Coreldraw untuk mengaksesnya dengan menu Text -3 Format text (Ctrl + T).
Dengan mengetahui karakteristik perataan-perataan pada penulisan teks, anda dapat membuat pembaca menangkap informasi dengan mudah, cepat, jelas dan tentu saja menarik atau estetis.
Berikut adalah karakteristik dan tips dalam perataan teks.

Rata Kiri

Rata kiri paling mudah dibaca, karena mata akan mudah menangkap saat membaca baris berikutnya. Spasi antar huruf dan antar kata tetap atau tidak berubah sesuai karakteristik hurufnya. Sisi kanan paragraf akan terlihat tidak rata atau bergerigi, yang mengesankan tidak rapi dan tidak lengkap. Namun justru hal ini dapat mengurangi kebosanan pembacanya.
Teaching In Mind synthesizes the emerging theories for practicing teachers through dozens of practical examples. These examples demonstrate how a teacher’s conceptualization of teaching and learning profoundly influences that teacher’s behavior. Of equal importance, the book contains many exercises designed to help teachers identify and examine their own thought processes.

Rata Tengah

Meskipun bentuknya secara menyeluruh enak dipandang, rata tengah akan lebih sulit dan lebih lambat untuk dibaca. Karena saat perpindahan baris, pembaca agak lama menemukan baris berikutnya. Sebaiknya tidak membuat artikel panjang dengan perataan rata tengah. Namun rata tengah cocok untuk tulisan pendek seperti puisi, pengumuman singkat dan yang lain. Artikel panjang dengan rata tengah akan melelahkan pembacanya.
For those who require the verification of experts, literally hundreds of sources from disciplines including education, cognitive psychology, and the neurosciences are provided in endnotes and references. However, Teaching In Mind is not a theoretical discussion. It is an immediately useful plan of action for practicing teachers.

Rata Kanan

Rata kanan juga sulit dibaca, karena kita membaca dari kiri ke kanan. Namun masih lebih terbaca rata kanan dibanding rata tengah. Pembacaan saat perpindahan baris akan menyulitkan mata pembaca karena bentuk rata kiri yang acak.
In addition to examining alternative beliefs, values, and metaphors, Teaching In Mind explores a variety of cognitive processes relevant to teaching. Thought viruses, dichotomous thinking, categorization/labeling, and some specific ways that people “know” are just a few of the topics included. Because they form the foundation for teacher beliefs, many presuppositions of the conventional “wisdom” of education are reexamined.

Rata Kiri Kanan

Rata kiri kanan mudah dibaca. Spasi antar huruf dan antar kata akan ada perubahan karena penyesuaian dengan perataan kanan. Secara menyeluruh perataan ini enak dan mudah dipandang. Namun hal ini dapat menimbulkan kebosanan pembacanya.
Educational theorists Michael Fullan and Andy Hargreaves have argued that, “Teacher development…involves more than changing teachers’ behavior. It also involves changing the person the teacher is.” Teaching In Mind will help teachers explore their unconscious thinking processes—to determine who they are now. In addition, the book will help teachers identify the changes they can make in themselves to create educational environments in which both they and their students will thrive. 

 Rata Kiri Kanan Penuh

Hampir sama dengan perataan Rata kiri kanan, namun dapat menimbulkan spasi antar huruf yang sangat extrim, sehingga terlihat agak ompong. Perataan ini sangat rapi dan cocok bila dipadukan dengan background kotak.

Teks Untuk Daftar

Teks berupa daftar seperti daftar isi, menu, kerangka, point-point penting pada presentasi, perlu ada penekanan, antara lain:

Bullet & Numbering

Memberikan Objek atau angka/penomoran pada awal baris, Contoh:

Drop Caps

Merubah ukuran atau jenis font pada huruf awal baris, Contoh:

Objek Antara

Memberikan objek antar baris, Contoh:

Objek Latar Belakang

Memberikan objek dibelakang teks pada setiap baris, Contoh:

 

 Tips Teks Layout

  • Sebelum membaca artikel, mata pembaca selalu melihat secara global, tidak sepotong sepotong. Meskipun Layout  disusun rapi, tetapi bisa jadi antar group  tidak ada keterkaitan, sehingga desain terkesan `lepas’.  
  • Layout  yang tidak memiliki group dan terkesan terbuka, namun memiliki keterkaitan antar artikel. Desain tersebut berhubungan dengan kaidah estetika: kesatuan (unity) dan desain yang mengalir (continuity).
  • Desainer yang baik mampu mengkompromikan antara fungsi komunikasi dan fungsi estetis.
Selengkapnya... »»  

Senin, 12 Maret 2012

Tutorial Menggambar Vektor

Oke sudah lama nih gak membuat tutorial, kali ini saya akan mencoba menggambar pemandangan di mesir.Nah sebelum memulai membuat pemandangan kita harus memikirkan apa aja yang biasa ada di mesir.
1. unta
2. piramida
4. gurun
Yup ke-tiga hal tersebut sudah cukup untuk menggambarkan sebuah pemandangan di mesir.
Seperti apa yang akan saya buat? berikut ini adalah gambar hasil akhir tutorialnya.
Mesir vector
Nah kita mulai sekkarang.

Tahap 1.

Pada tahap pertama ini kita coba membuat siluet unta oleh karena itu, kita mencari photo unta untuk di buat siluetnya. Tinggal cari aja di google image.
Setelah cari-cari gambar yang pas akhirnya saya dapat di http://animal.discovery.com/mammals/camel/.

camel-picture.jpg (625×450)
Save gambar ke komputer setelah itu masukkan gambar tersebut ke adobe illustrator.
Oke sekarang kita buat siluet untanya, membuat siluet unta sangat gampang yaitu di trace menggunakan pen tool. Ambil pen toolnya (P), klik di bagian kaki, terus ikuti ke punggung ke pala..
1.jpg (400×302)
2.jpg (400×302)
Setelah tertutup pathnya berarti selesailah sebuah siluet unta.
3.jpg (400×302)
Singkirkan photo unta, setelah itu kita buat modifikasi unta menjadi seperti ini.
4.jpg (400×308)
Untuk caranya tinggal di copy-kan saja siluet unta yang tadi telah dibuat dan tambahkan tali, dan penunggangnya juga dibuat mengunakan pen tool, bisa di-trace dari photo orang sedang duduk, dsb.
Tidak perlu di jelaskan lagi ya bagaimana membuat gambar yang di atas, karena cukup mudah. Ayo coba kreatif!!

Tahap 2

Oke, siluet onta tadi kita simpan dulu, pada tahap kedua ini kita coba buat piramida, bagaimana membuat piramida?? hmm.. tentu saja membuat piramida cukup gampang.
Masih dengan pen tool buatlah 2 segitiga, kasih warna seperti di gambar. Warna segitiga yang terang berada didepan ya.
5.jpg (400×257)
Dengan menggunakan direct selection tool (A), klik kedua titik puncak segitiga, sehingga kedua puncak segitiga dalam keadaan ter”select”.
6.jpg (400×287)
Masih dalam keadaan ter”select” tadi, dempetkan dengan menggunakan horizontal align center.
7.jpg (400×276)
Nah setelah itu, kaki segitiga yang terang di geser ke kiri menggunakan direct selection tool (A) seperti tadi.
8.jpg (400×213)
Oke piramida kita telah selesai,
9.jpg (400×256)
Dan dengan cara yang sama buat segitiga baru, atau copy segitiga tadi dan atur seperti ini.
10.jpg (400×221)
Ok pastinya cukup mudah bukan?

Tahap 3

Oke sekarang kita masuk ke tahap ketiga, yaitu membuat gurun, bagaimana membuat gurun?? sama saja seperti sebelumnya dengan menggunakan pentool. Buatlah bentuk-bentuk abstrak seperti ini dengan pen tool
11.jpg (400×265)
Setelah itu kasih warna gradasi coklat terang dan coklat gelap untuk gradasinya sepert ini warnanya
12.jpg (400×191)
Setelah diberi gradasi bentuk-bentuk tadi jadi seperti ini warnanya
13.jpg (400×265)
Setelah itu disusun biar terlihat seperti gurun. Nantinya setelah di susun-susun sesuai selera jadinya seperti ini.
14.jpg (400×259)
Oke gurun udah jadi, unta sudah jadi, piramida sudah jadi, tinggal dipadukan semua menjadi pemandangan mesir,
15.jpg (400×346)
Tambahkan langit senja, dengan merubah gradasi jadi kuning ke merah, caranya sama seperti sebelumnya pada saat merubag gradasi warna. Dan jangan lupa juga tambahkan mataharinya. Oke pemandangan mesir telah selesai.
16.jpg (428×370)
Semoga dengan tutorial sederhana ini bisa membantu teman-teman untuk belajar membuat pemandangan vector.
Terima Kasih
Sumber:http://zonanarsis.com
Selengkapnya... »»