Minggu, 05 Juni 2011

Corel Draw - Penggunaan Interactive Transparency Tool

Kali ini kita akan membahas tentang Graphic Design dalam pengunaan Interactive Transaparency Tool pada Corel Draw. Transparency tool pada umunnya digunakan untuk memberikan efek transparansi pada objek yang diinginkan. Efek ini dapat disesuaikan dengan kenginan kita, pada kali ini aka kami bahas penggunaanya untuk memberikan efek pencahayaan dan efek yang digunakan pada bayangan.

1.Pada kali ini kami akan membahas pengunanya pada pembuatan Bublles Devil. Berikut langkah –   langkahnya :


  • Buatlah sebuah lingkaran dengan diameter 6 inchi dan akan muncul seperti berikut :


  • Setelah itu berikan warna merah serta berikan Interactive Transparancy Tool dan atur propertinya seperti   gambar berikut : 


  • Berikutnya buatlah objek baru berbentuk segitiga seperti gambar berikut, dan berikan warna putih :
  

  • Dan bentuk objek segitiga dengan menggukan shape tool, hingga membentuk gambar berikut dan masukkan dalam lingkaran tadi :

  • Selanutanya berikan efek Interactive Transparancy Tool hingga menjadi gambar berikut dan hilanggkan garis tepinya :

  • Selanjutnya kita akan membuat tanduknya, dengan cara buat segitiga seperti langkah 3 lalu di rotasi  sampai 17.864 derajat serta berikan warna merah dan bentuk hingga menjadi seperti gambar berikut :

  • Berikutnya kita berikan efek 3 D dengan cara berikan sisi samping tanduknya. Caranya kita copy saja gambar diatas dan kita tumpuk dibagian bawah gambar atas dengan cara klik gambarnya lalu tekan saja Shift + Page Down secara bersama nantinya akan berbentuk seperti dibawah ini :
(Ingat tumpuk gamabar no,7 ini dibelakang gambar no.6, tidak pada gambar yang lain)

  • Copy-lah tanduk tersebut menjadi dua dan kita mirror dengan mirror button pilih dibagian yang atas, dan masukkan dalam gambar lingkaran yang telah dibuat seperti gambar berikut :


  • Selanjutnya kita akan membuat sayapnya dengan cara kita membuat sebuah objek berbentuk persegi lalu kita klik kanan pilih convert to curve . Lalu kita bentuk dengan menggunakan shape tool seperti gambar berikut :

  • Dan kita berikan waran dengan fountain fill dengan pengaturan seperti contoh berikut :

  1. Posisi warna titik 0 dengan warna putih.

  2. Posisi warna titik 1 dengan pengaturan C = 0, M =15, Y =15, K = 0.

  3. Posisi warna titik 56 dengan pengaturan C = 0, M =98, Y =98, K = 0.

  4. Posisi warna titik 100 dengan warna merah.

  • Dan akan menjadi seperti gambar berikut : 


  • Lalu kita buat sayapnya berjari –jari dengan cara copy gambar diatas dan bentuk hingga menjadi gambar berikut menggunakan shape tool :

  • Dan contohlah langkah diatas untuk membuat jari – jari sayap ketiga dan pasang pada badan Bublles Devil seperti gambar dan copy sayap yang sudah jadi tadi dan kita mirror (mirror seperti langkah no.8) menjadi seperti gambar :



  • Berikutnya kita berikan mata dengan cara kita membuat objek segitiga dan kita bentuk dengan shape tool, dan kita berikan waran putih serta berikan out line 4 point atau 4 pt seperti gambar berikut ini :


  • Kita duplicate bangun diatas dan beri warna hitam lalu masukkan dalam bangun diatas dan kita tambahkah bentuk lingkaran kecil berwarna putih, maka akan tampil seperti gambar berikut :


  • Selanjutnya kita membuat mulut dengan dasar bangun segitiga dan dibentuk dengan shape tool dengan warna putih dan dimasukkan dalam badan Bublles Devil seperti gambar berikut : 


  • Kita selanjutnya membuat ekor dengan bentuk persegi panjang dan kombinasi dengan segitiga berwarna merah dan kita gabungkan dengan Bublles Devil menjadi seperti gambar berikut ini :



  • Kita selanjutnya membuat hidung dengan bentuk segitiga berwarna merah (C = 8, M = 96, Y =91, K =0 ) dan diberi garis melengkung dibawahnya dan dimasukkan dalam Bublles Devil , seperti gambar berikut :



  • Langkah terakhir kita memberikan bayangan tanduknya dengan membuaat bentuk dan warna seperti berikut :  
Gambar kiri untuk tanduk kanan dan kanan untuk tanduk kiri


  • Lalu kita masukkan dalam gambar dan beri transparansi dengan pengaturan :

  • Hasil akhir yang kita dapat adalah sebagai berikut :


Selengkapnya... »»  

Multimedia adalah penggunaan komputer

Foto Saya
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu ([tool]) dan koneksi ([link]) sehingga pengguna dapat ber-([navigasi]), berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.
Sejarah multimedia

  • Istilah multimedia berawal dari teater, bukan computer. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium seringkali disebut pertunjukan multimedia.
  • Sistem multimedia dimulai pada akhir 1980-an dengan diperkenalkannya Hypercard oleh Apple pada tahun 1987 dan pengumuman oleh IBM pada tahun 1989 mengenai perangkat lunak audio visual connection(AVC) dan video adhapter card ps/2
  • Pada tahun 1994 diperkerkirakan ada lebih dari 700 produk dan sistem multimedia dipasaran
Komponen Multimedia
a.       Teks
Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa. Kebutuhan teks bergantung kepada penggunaan aplikasi multimedia.
b.      Image (grafik)
Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas menyajikan data yang kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Gambar juga dapat berfungsi sebagai ikon, yang bila dipadukan dengan teks, merupakan opsi yang bisa dipilih.
c.       Bunyi (audio)
PC multimedia tanpa bunyi hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Bunyi dapat ditambahkan dalam multimedia melalui suara, musik dan efek-efek suara. Seperti halnya grafis, dapat membeli ataupun menciptakan sendiri.
d.      Video
Video menyediakan sumberdaya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia.
e.       Animasi
Dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layer.
f.       Virtual Reality
Virtual reality merupakan penggunaan multimedia untuk penerapan secara langsung.
Selengkapnya... »»  

Kamis, 02 Juni 2011

Alir proses produksi produk multimedia

1. PRE PRODUCTION
Adalah proses penyiapan semua elemen yang terlibat dalam sebuah produksi (shooting) film/ video. Dari mulai pengaturan budget, pemilihan sutradara, aktor, cameramen, crew, lokasi, peralatan, kostum/wardrobe dll.

A. Ide & Pemilihan Konsep.
Adalah merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam media visual dan audio.

B. Story Line / Sinopsis.
Adalah ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan film tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan film yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang film.

Langkah-langkah membuat sinopsis.
- Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan – gagasan yang penting.
- Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan.
- Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita.
- Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
- Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan film.

C. Script/Naskah Skenario.
Membuat rancangan audio visual treatment dan penulisan naskah secara rinci yang mengembangkan gagasan utama pada synopsis menjadi sebuah cerita yang menarik dan informatif. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan tiap karakter dalam cerita secara menyeluruh.

D. Shot List & Storyboard.
Sebuah teknik shoting management. Disini dibuat daftar pengambilan gambar pada setiap adegan, dan divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar/storyboard jika diperlukan.

2. PRODUCTION
Adalah proses pelaksanaan produksi (shoting) yang mengacu pada persiapan yang dihasilkan dari proses PreProduction.

A. Directing/Penyutradaraan.
Sutradara/Director adalah orang yang memimpin pelaksanaan shoting dan bertugas mengatur bagaimana tim dalam pembuatan film seperti: aktor, cameramen, lighting, artistik, editor & special effect artist harus tampil sebagaimana mestinya dalam pembuatan sebuah film sesuai dengan script/naskah. Dan biasanya didamping oleh satu orang atau lebih asisten sutradara.

B. Penguasaan Kamera & Teknik Shoting.
Anggle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari viewfinder pada sebuah kamera film/video. Dimana pemilihan anggel sangat berperan penting dalam menciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita dalam pengadeganan sesuai dengan script/naskah.

Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset pencahayaan yang memadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar matahari) pada shoting exterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar lampu pada shoting interior/dalam ruang.

Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran & kedalaman ruang, perspektif & mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai dengan tuntutan script/naskah.

Log/Catatan Shoting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap gambar peradegan yang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan keterangan koordinat waktu (timecode) pada kaset yang digunakan. Proses ini akan sangat membantu mempercepat proses pengeditan gambar.

3.POST PRODUCTION
Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production

1. Offline :
- Capture
- Edit

2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D

Sumber:
Winhart on November 22, 2010.
http://winhart.wordpress.com/2010/11/22/alur-proses-produksi-multimedia/
Selengkapnya... »»  

Langkah- Alir Proses Produksi MultiMedia

1. PRE PRODUCTION
Adalah proses penyiapan semua elemen yang terlibat dalam sebuah produksi (shooting) film/ video. Dari mulai pengaturan budget, pemilihan sutradara, aktor, cameramen, crew, lokasi, peralatan, kostum/wardrobe dll.

A. Ide & Pemilihan Konsep.
Adalah merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam media visual dan audio.

B. Story Line / Sinopsis.
Adalah ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan film tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan film yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang film.

Langkah-langkah membuat sinopsis.
- Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan – gagasan yang penting.
- Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan.
- Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita.
- Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
- Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan film.

C. Script/Naskah Skenario.
Membuat rancangan audio visual treatment dan penulisan naskah secara rinci yang mengembangkan gagasan utama pada synopsis menjadi sebuah cerita yang menarik dan informatif. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan tiap karakter dalam cerita secara menyeluruh.

D. Shot List & Storyboard.
Sebuah teknik shoting management. Disini dibuat daftar pengambilan gambar pada setiap adegan, dan divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar/storyboard jika diperlukan.

2. PRODUCTION
Adalah proses pelaksanaan produksi (shoting) yang mengacu pada persiapan yang dihasilkan dari proses PreProduction.

A. Directing/Penyutradaraan.
Sutradara/Director adalah orang yang memimpin pelaksanaan shoting dan bertugas mengatur bagaimana tim dalam pembuatan film seperti: aktor, cameramen, lighting, artistik, editor & special effect artist harus tampil sebagaimana mestinya dalam pembuatan sebuah film sesuai dengan script/naskah. Dan biasanya didamping oleh satu orang atau lebih asisten sutradara.

B. Penguasaan Kamera & Teknik Shoting.
Anggle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari viewfinder pada sebuah kamera film/video. Dimana pemilihan anggel sangat berperan penting dalam menciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita dalam pengadeganan sesuai dengan script/naskah.

Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset pencahayaan yang memadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar matahari) pada shoting exterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar lampu pada shoting interior/dalam ruang.

Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran & kedalaman ruang, perspektif & mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai dengan tuntutan script/naskah.

Log/Catatan Shoting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap gambar peradegan yang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan keterangan koordinat waktu (timecode) pada kaset yang digunakan. Proses ini akan sangat membantu mempercepat proses pengeditan gambar.


3.POST PRODUCTION

Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production

1. Offline :
- Capture
- Edit

2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D

Sumber:
Winhart on November 22, 2010.
http://winhart.wordpress.com/2010/11/22/alur-proses-produksi-multimedia/
Selengkapnya... »»  

Casing PC Paling Unik

20 Modif Casing PC Paling Unik


20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
20 Modif Casing PC Paling Unik
Selengkapnya... »»